Panitia Nikah, Koordinasilah !

Tentunya tidak hanya pada panitia nikah saja, masalah kordinasi menjadi hal penting demi berlangsungnya sebuah ‘perhelatan’. Namun saat ini gw ingin sekali mengomentari betapa pentingnya koordinasi meskipun hanya sebuah pada panitia pernikahan.

Terus terang, baru kali ini gw melihat kacaunya ‘panitia’ pernikahan, dan sayangnya itu terjadi justru pada pernikahan adik gw hari sabtu lalu (9-agt). Sedemikian seringnya gw jadi panitia pernikahan, namun kekacauan yang terjadi di pernikahan adik gw itu benar-benar diluar dugaan.

Padahal bagi gw, berjalannya kepanitiaan di pernikahan pun masuk dalam bagian kekhusyukan acara pernikahan secara menyeluruh. Ach.. pastinya menyenangkan melihat semua run-down acara bisa tereksekusi dengan baik… tapiiiii, tidak dipernikahan adik gw itu.

Yup, secara umum acara memang berjalan dengan baik.. untuk itu aku pun sangat bersyukur, disaat kordinasi tidak berjalan, untunglah ada inovasi masing2 personil yang terlibat dan mencari cara agar tetap acara berjalan elegan dg meminimalisir keruwetan akibat tidak adanya kordinasi.

Yah.. tidak banyak yg ingin gw singgung ttg ketidakberesan kordinasi tersebut. Namun gw berharap bagi teman2 yang akan menikah, buatlah sedemikian rupa agar semua run-down acara terkordinasi dengan baik sehingga mengurangi resiko kekacauan.

Btw, selamat yaaaa tuk Vier n Yuda 🙂

Advertisements

Bisnis sendiri, why not ?

Selain melanjutkan KLIK!, ada beberapa rencana bisnis dengan modal dengkul yang lagi gw pikirin.. memang sih, udah lama dipikirkannya namun gelora untuk mewujudkannya kini makin berapi – api bahkan mengalahkan niat gw menjalankan kembali KLIK!

Tapi entahlah.. lagi kumpulin tenaga dan pikiran agar konsen plus berbagi waktu dengan gawean yang juga dilakoni sebagai pegawai 🙂

semoga jiwa ini masih bergelora semangatnya untuk memiliki usaha sendiri .. amin
mohon doanya yaaaa 🙂

Wujudkan kembali KLIK!Magazine

Sulit sekali mewujudkan KLIK! kali ini, entah kenapa.. seakan kemalasan atau ketidakyakinan meraung-raung di dalam kalbu. Padahal banyak pihak yang bersedia membantu gw mewujudkan ini semua..

Hehe.. dikarenakan suatu hal, domain KLIK! yang sebelumnya klikmagazine.com kini tampil dipendekkan yaitu menjadi klikmagz.com. Namun yah itu .. gw trial dengan templete wordpress tapi koq ga sreg gitu.. pengennya full develop lagi, tapi ga sempat .. 😦

Ah, semoga semangat ini terus ada.. dan tunggu saja, KLIK! pasti balik ..

Islamnya Napoleon Bonaparte

(dari kiriman email)
Napoleon
Siapa yang tidak mengenal Napoleon Bonaparte, seorang Jendral dan Kaisar Prancis yang tenar kelahiran Ajaccio, Corsica 1769. Namanya terdapat dalam urutan ke-34 dari Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah yang ditulis oleh Michael H. Hart.
Sebagai seorang yang berkuasa dan berdaulat penuh terhadap negara Prancis sejak Agustus 1793, seharusnya ia merasa puas dengan segala apa yang telah diperolehnya itu.
Tapi rupanya kemegahan dunia belum bisa memuaskan batinnya, agama yang dianutnya waktu itu ternyata tidak bisa membuat Napoleon Bonaparte merasa tenang dan damai.
Akhirnya pada tanggal 02 Juli 1798, 23 tahun sebelum kematiannya ditahun 1821, Napoleon Bonaparte menyatakan ke-Islamannya dihadapan dunia Internasional.
Apa yang membuat Napoleon ini lebih memilih Islam daripada agama lamanya, Kristen ?
Berikut penuturannya sendiri yang pernah dimuat dimajalah Genuine Islam, edisi Oktober 1936 terbitan Singapura.
“I read the Bible; Moses was an able man, the Jews are villains, cowardly and cruel. Is there anything more horrible than the story of Lot and his daughters ?”
“The science which proves to us that the earth is not the centre of the celestial movements has struck a great blow at religion. Joshua stops the sun ! One shall see the stars falling into the sea… I say that of all the suns and planets,…”
“Saya membaca Bible; Musa adalah orang yang cakap, sedang orang Yahudi adalah bangsat, pengecut dan jahat. Adakah sesuatu yang lebih dahsyat daripada kisah Lut beserta kedua puterinya ?” (Lihat Kejadian 19:30-38)
“Sains telah menunjukkan bukti kepada kita, bahwa bumi bukanlah pusat tata surya, dan ini merupakan pukulan hebat terhadap agama Kristen. Yosua menghentikan matahari (Yosua 10: 12-13). Orang akan melihat bintang-bintang berjatuhan kedalam laut…. saya katakan, semua matahari dan planet-planet ….”
Selanjutnya Napoleon Bonaparte berkata :
“Religions are always based on miracles, on such things than nobody listens to like Trinity. Yesus called himself the son of God and he was a descendant of David. I prefer the religion of Muhammad. It has less ridiculous things than ours; the turks also call us idolaters.”

“Agama-agama itu selalu didasarkan pada hal-hal yang ajaib, seperti halnya Trinitas yang sulit dipahami. Yesus memanggil dirinya sebagai anak Tuhan, padahal ia keturunan Daud. Saya lebih meyakini agama yang dibawa oleh Muhammad. Islam terhindar jauh dari kelucuan-kelucuan ritual seperti yang terdapat didalam agama kita (Kristen); Bangsa Turki juga menyebut kita sebagai orang-orang penyembah berhala dan dewa.”
Selanjutnya :
“Surely, I have told you on different occations and I have intimated to you by various discourses that I am a Unitarian Musselman and I glorify the prophet Muhammad and that I love the Musselmans.”

“Dengan penuh kepastian saya telah mengatakan kepada anda semua pada kesempatan yang berbeda, dan saya harus memperjelas lagi kepada anda disetiap ceramah, bahwa saya adalah seorang Muslim, dan saya memuliakan nabi Muhammad serta mencintai orang-orang Islam.”
Akhirnya ia berkata :
“In the name of God the Merciful, the Compassionate. There is no god but God, He has no son and He reigns without a partner.”

“Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tiada Tuhan selain Allah. Ia tidak beranak dan Ia mengatur segala makhlukNya tanpa pendamping.”
Napoleon Bonaparte mengagumi AlQuran setelah membandingkan dengan kitab sucinya, Alkitab (Injil). Akhirnya ia menemukan keunggulan-keunggulan Al-Quran daripada Alkitab (Injil), juga semua cerita yang melatar belakanginya.

Referensi :
1. Memoirs of Napoleon Bonaparte by Louis Antoine Fauvelet de Bourrienne edited by R.W. Phipps. Vol. 1 (New York: Charles Scribner’s Sons, 1889) p. 168-169.
http://chnm.gmu.edu/revolution/d/612/
2. ‘Napoleon And Islam’ by C. Cherfils. ISBN: 967-61-0898-7
http://www.shef.ac.uk/~ics/whatis/articles/napoleon.htm
3. Satanic Voices – Ancient and Modern by David M. Pidcock, (1992 ISBN: 1-81012-03-1), it states on page 61, that the then official French Newspaper, Le Moniteur, carried the accounts of his conversion to Islam, in 1798 C.E

Lombok.. hehe

2.jpg

KEMBALI.. gw melakukan tindakan bodoh, jalan2 tanpa bawa kamera.. hiks, pdhal kali ini perjalanan ini ke Lombok… alaaah, kebayang donk kegiatan gw .. motret sana, motret sini.. alhasil, gw persiapkanlah seperangkat alat foto. Tidak punya kantor memang, karena saat bersamaan kamera itu pasti digunakan untuk sebuah event PR yang dilakoni oleh idcomm. Kamera, baterai, tripod (punya kantor :D), memori card tambahan, reader card dan kabel data… apa daya, semuanya tertinggal kecuali baterai. Gombal !!!

Emang dasar.. kejadian ini pun pernah gw alami saat jalan2 ke Padang dan Riau.. perjalanan tanpa ada satupun dokumentasi. Menyakitkan memang.. tapi yah sebuah pengalaman hidup menyenangkan kan tidak harus terabadikan secara fisik, bukan ? gini juga tuk di lombok kali ini.. gw cukup bahagia mengabadikan kebahagiaan teman2 yang bawa kamera dan gw yang memotretnya.. karena disitu dijamin, gw ada :))

so, mungkin teman2 yg punya wujud “copy-an” gw di kameranya, bisa mengirimkan ke gw.. hehehe, biar gw bisa ngeliat ‘jejak’ gw di lombok.

So, sahabat.. semoga kita bertemu di lain waktu.. biarkanlah masalah foto gw ga bisa menunjukan ‘kenarsisan’ gw..lagi pula cukup memalukan kali, hihi… tapi yang pasti gw berharap kenangan indah senantiasa bisa melukiskan di angan2 setiap detik apa yang ada disana… caelaaaa, bahasanye tinggi banget er..

Salam

Melihat Masjid Kubah Emas itu…

kubahemas.jpg

Seminggu lalu, gw motong jalan dari Citayam ke Bintaro yg nembus2nye cinere.. sebenarnya jalur itu udah biasa gw lewati, tapi kali ini gw ingin jalan agak santai.. ndak ngebut seperti biasa, sehingga gw bisa menyaksikan hal2 yg mungkin memberikan pembelajaran bagi diri gw.

Yah, niat itu pun terjawab.. dari perjalanan minggu lalu hanya 1 yg memberikan satu pengalaman yang aneh nurut gw, tapi yah anggap saja itu adalah pembelajaran yang ALLAH berikan pada diri gw saat itu.

Pernahkah mendengar masjid berkubah emas di wilayah ‘kekuasaan’ Depok.. ? yah, gw memang pernah dengar dan sering kali mendapatkan komentar ttg masjid tersebut. Bahkan Google Earth saja mencantumkan titik kordinat dari masjid tersebut. Wah.. betapa terkenalnya masjid tersebut.

Entah kenapa, gw begitu takut melihat kilauan emas dari kubah itu.. seketika itu gw begitu kuatir, dengan hidup gw.. dengan keluarga gw, dengan anak2 gw, dengan kesiapan akan mati… sejenak gw berhenti mengendarai motor untuk mengatur nafas, karena secara mendadak gw sesak sekali melihat masjid berkilauan tersebut. memang gw melihat masjid itu sepintas, kebetulan pintu gerbang yang bagi gw amat berlebihan itu terbuka dan ‘terintiplah’ kubah tersebut. tapi sepintas itulah yang memberikan shock teramat sangat, dan gw berharap tidak sholat di dalamnya. entahlah.. mengapa terlintas hal itu saat itu.

Masya ALLAH, seberapa lama lagi umur dunia ini… karena tanda2 kiamat yang pernah gw ketahui terlihat di depan mata, yah.. masjid kubah emas itu, dan mengapa harus ada di INdonesia, dan kini dekat dengan wilayah gw.

Gw ga mau mempersoalkan pro kontra dari keberadaan masjid tersebut. Tapi yang pasti. Gw begitu takut.. sanggupkah mempersiapkan segala sesuatu dengan cepat.

Entahlah..