ICS dan FKI, Barometer Perkembangan Tekno Indonesia ?

Kemarin hingga 1 Juli 2007, di Jakarta Convention Center atau JCC terdapat pameran teknologi yang cukup akbar di negeri ini. Tidak tanggung – tanggung penyelenggarakan menggandengkan dua event yang memiliki target berbeda namun sama-sama berbau Information Technology alias IT.

Yup.. event akbar tersebut bernama Indonesia Cellular Show (ICS) dan Festival Komputer Indonesia (FKI). Ajang show off dari setiap operator dan vendor komunikasi serta mereka yang terkait dengan dunia komputer. Namun dari sederet dari 2 acara tersebut, ada sebuah perhatian lebih kepada perkembangan dunia selular di Indonesia. Kenapa ? karena ICS diresmikan oleh Menkominfo Muhammad Nuh dan hampir semua stand dilewatinya saat mengadakan tour.

Indonesia Celullar Show

Pameran kali ini terlihat jauh lebih rapi dan tertata dibandingkan show sebelumnya, demikian pula tiap booth jauh lebih luas dan nyaman untuk dikunjungi. ada tempat kongkow – kongkow di tengah – tengah pameran, so ente yang pegel abis keliling – keliling bisa longgarkan syaraf dengan santai disitu, yah.. tentunya kalau bangku tidak penuh :).

Lokasi ICS tentunya dipenuhi oleh para operator, vendor dan aksesoris terkait. Semuanya tidak mau tertinggal dan optimal memberikan informasi berbagai program dan promosi yang dimilikinya. Begitu pula vendor ponsel yang tidak mau kalah cantik dengan para pesaingnya. Para vendorpun ramai-ramai memamerkan berbagai produk ponsel terbarunya lengkap dengan berbagai fitur canggih di dalamnya. Untungnya, tidak semua produk tersebut untuk kalangan atas, kalangan mid-to-low pun tetap digarap apik di pameran tersebut. Tidak hanya vendor besar saja yang menggarap pasar low-end tersebut, pelaku industri ponsel seperti Nexian pun cukup percaya diri hadir di tengah – tengah kejayaan dan kebesaran pesaing berkelas dunia lainnya.

Meskipun begitu secara teknologi ponsel tidak ada hal baru yang disuntikan pada ponsel mereka itu, selain inovasi program penjualan saja. Tidak ada yang begitu menarik dari fitur yang tertanam pada setiap ponsel yang terpampang, tak terkecuali produk terbaru mereka.  Tapi tawaran murah dan paket – paket tertentu memang cukup menarik untuk masyarakat menghampiri setiap booth dan melakukan transaksi.

Festival Komputer Indonesia

Meskipun terhubung langsung dengan ICS, tapi secara kualitas dan kenyamanan FKI jauh dibawah ICS. FKI jauh lebih terlihat sebagai perpindahan Mangga Dua ke Jcc (dan selalu begitu tiap tahun). Secara kualitas booth memang jauh lebih menarik dan mungkin kuantitas pesertanya pun bertambah dari tahun lalu, namun saat berjalan – jalan jauh sekali berkurangnya kenyamanan tersebut. Wajar memang, antusias masyarakat cukup besar, selain banyak produk baru ditampilkan juga cuci gudang dirasakan sekali sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan hardware yang dibutuhkan dengan harga beberapa rupiah lebih rendah dibandingkan beli di luar acara tersebut.

Selain itu, ampir gw ga melihat adanya komputer desktop.. dominasi laptop disetiap booth. Jadi pertanyaan dalam hati ? apakah benar semua masyarakat Indonesia kini sudah beralih menggunakan laptop ? apakah sang penjual – penjual yang ikutan pameran FKI tidak memberikan kesempatan pada pembeli yang mau beli desktop. Eh, ada satu memang sempat melihat yang menjual desktop tapi hanya pada jajaran toko yang ada disebelah kiri dan kanan event utama. Hehe.. dana besar tentunya ambil stand yang gede donk .. kalo toko-toko ga terkenal cukuplah dipinggiran. Hmm…

Yup, sejauh penglihatan gw tentang acara tersebut cukup oke, lumayan untuk menambah pengetahuan kita terhadap produk plus perkiraan harga, juga kalau butuh terhadap hardware komputer atau butuh ama alat komunikasi, semuanya ada disini. So, teman-teman yang belum menyempatkan diri..  2 pameran ini berlangsung hingga 1 Juli. Ohya, kalau teman-teman yang udah punya momongan dan ngajak buah hati mencari-cari kebutuhan orang tua, ada baiknya menyempatkan waktu untuk belok ke BOBO FAIR juga, biar si anak ada di dunianya sendiri.. disana ada tempat bermain yang lumayan bagus, dan yang pastinye jualannye buanyaaakk..

Met hunting !

Advertisements

DPRa PKS seharusnya mengawal dari awal …

Kalau melihat media televisi dan koran memberitakan kader PKS ngedemo minta mengundurkan waktu pendaftaran pilkada, koq hati jadi nyes sendiri yah… pertanyaan “kemana mereka saat waktu pendaftaraan sementara” itu sedang berlangsung. Pdhal kalau gw liat sendiri, bener apa yang dikatakan KPUD jakarte yang menyebutkan bahwa mereka banyak menyebar spanduk-spanduk yang mengingatkan agar warga jakarte mengecek datanya di kelurahan tempat dia menaung. Salahnye KPUD seharusnya jgn bilang warga jakarte.. bilang aja warga partai. hihi.. daleeemmm

Terus terang gw koq merasa kecewa pola pengawasan dari PKS sendiri untuk mengawal tiap suara kader dan partisipannya agar tidak terlewat. Sebenarnya kan pola itu pernah dilakukan saat Pilihan presiden tempo lalu, kenapa terlewat sekarang. apakah karena melihat hanya scope gubernur yang lebih kecil dari presiden. Wah.. jangan sampai pandangan gw ini benar, itu menjadi tindakan paling tidak tepat yang PKS lakukan, karena Pilkada Jakarta itu satu titik paling strategis setelah pilkada Presiden. tapi gw yakin ini tidak mungkin terjadi, tapi kenapa DPW lengah terhadap kantong-kantong suaranya yah… aneh !

Terbiuskah PKS dengan sosok adang-dani, sehingga untuk menghadapi pilkada ini saja, setiap anggota mendapatkan kartu anggota baru yang bergambarkan adang-dani.. weleeh. But it’s ok, biarlah itu.. tapi yang menjadi pembelajaran PKS dan kita semua adalah bagaimana mengawal suara itu dari titik 0, bukan hanya mengawal or mengantar suara dari tps ke pos akhir.

Yah, hilangnya 330.000 suara kader PKS yang katanye belum terdata, bagi gw itu kesalahan besar PKS dan kader PKS sendiri. Kenapa mereka tidak mengecek dalam perjalanan waktu yang masih ada. Kemana mereka saat itu.. terlalu sibukkah ? juga kemana anggota-anggota DPRa PKS untuk selalu mengecek uptodate data tiap kadernya, sehingga bisa terlewatkan tidak terdata.

Mereka ini semua hanyalah korban kesalahan metode final touch yang dilakukan DPRa dengan kader. Buruknya komunikasi membuat ini semua terjadi. Sudah merasa tiap kader tercatat dengan baik, sehingga cek – ricek tidak lagi menjadi prioritas. Saat “kecolongan” inilah baru rame-rame berteriak minta perpanjangan waktu.

Lho.. PKS ini dikenal sebagai partai yang tepat waktu koq dan tertib administrasi .. kenapa sekarang meminta pengunduran, yang jelas-jelas akan memulurkan waktu berjalannya pilkada. Kemana tertib administrasinya kalau begini. Heran !! para pendemo protes karena KPUD tidak mau merealisasikan keinginan mereka, tapi ingatkah mereka saat tidak mengecek sebagai calon pemilih. Malaskah mereka semua ? bagi gw itu tanda malas… karena tidak mau bersusah payah mencari informasi itu semua, tidak mau membaca. tidak hanya itu, kesalahan pun wajib diarahkan kepada PKS sendiri karena tidak memfasilitasi kadernya untuk mengetahui jadwal-jadwal pelaksanaan pilkada tersebut.

Hemat gw, baiknya ikhlaskan saja suara yang kelak hilang itu… jadikan momen ini sebagai pembelajaran berharga agar waktu – waktu berikutnya jauh lebih siap dibandingkan kini. tetaplah PKS bersih dan peduli !!

ISTI.. kenapa selalu ada !

Tau ndak artinye ISTI, kepanjangan isti itu adalah ikatan suami takut istri… hehehe, lucu yah. tapi istilah ini memang sudah cukup lama beredar di indonesia ini, gw sendiri dengar itu dari jaman smp-an artinye tahun 90an istilah itu cukup keren meskipun menjatuhkan martabat mereka yang “masuk” ikatan tersebut … alah !

baru – baru ini gw kembali denger istilah itu, haha… dan kenapa datangnya justru dari sobat gw di LIMAS. kacau !! kenapa bisa begitu.. ga bener nih. tidak seharusnya setiap pasangan di dalam keluarga itu takut dengan pasangannya. tidak suami takut ke istri, tidak juga istri yang takut ke suami.

Kedua-duanya tipikal itu kebetulan gw melihat contohnye, sayang yah.. mestinya kan jadi partner yang saling mengisi, menjaga, tapi kenapa justru ada rasa ketakutan yang menyelimuti diantara hubungan tersebut. inilah yang ga bener. seharusnya saling memahami dengan kondisi yang ada mesti dikedepankan. Suami jangan melakukan tekanan yang menakutkan, juga istripun jangan galak ga kepalang.

Yang pasti, jangan buat sesuatu hal yang membuat suasana keluarga dalam kondisi mencekam dan tidak nyaman. Yah, gimananye, kembalikan aja ke individu masing-masing. Ente kan yang lebih paham situasi internal…

so, “tidak ada takut diantara kita” harus jadi pedoman utuh agar saling memahami.

Bertengkar, itu mah biasa…

Entah kenapa, gw harus menjadi pendengar keluh kesah setiap orang sedang berantem dengan istrinye atau suaminya. meskipun gw menganggap ini semua sebagai wujud kepercayaan ke gw, alhamdulillah.

Pertengkaran luar biasa yang sempat gw liat terjadi diluar Jakarta, sebut saja lokasinya di C di wilayah Garut. Wow… sang istri ngelempar golok ke sang suami. Gile man.. gw ada ditengah-tengah pertengkaran itu, untungnye pala gw ga kesamber tuh pinggiran golok, kalau aja sempet mepet berabe bawaannya.

Segitu parahkah peristiwa pertengkaran dalam rumah tangga, mungkin contoh yang gw sebutin diatas sifatnye udah kumulatif, bom waktu.. meledak begitu terpicu hal emosional lainnya. sering kali gw kan cuman denger kasus, kalau pertengkaran itu yah paling perang mulut aja, banter-banter lempar piring. tapi itulah, tidak ada satupun yang menyangka peristiwa seperti itupun bisa memicu sesorang jadi pembunuh. Na’udzubillah min dzalik.

Guys.. kalo kata psikolog  pertengkaran di rumah tangga itu adalah bumbu rumah tangga, perbedaan pandangan dan pendapatpun kerap bisa membuat suasana surga dunia tersebut menjadi neraka. tindakan-tindakan yang menyusul selanjutnya hanya luapan emosi yang tidak dapat diatasi oleh mereka-mereka yang lagi marahan.

Tentunya ini bukan masalah simple, ini masalah serius yang harus bisa diatasi cepat dan tidak berlarut-larut. kalau tidak bisa kacau bawaannya.  dan masalah ini semakin ruwet kalau ada tambahan berupa pukulan, lemparan ataupun tindakan kekerasan lainnya.

Kata orang tua, bertengkar itu bukan sesuatu hal yang harus ditakuti dan tidak perlu dihindari, karena perbedaan – perbedaan itu kerap tetap ada meskipun pasangan itu telah seatap cukup  lama. namun bagaimana menyikapi tiap pertengkaran yang terjadi itulah merupakan tindakan bijak dan perlu dipahami bersama antara suami istri tersebut.

berantempun mesti punya niat kali ye.. hihi, maksudnye niat dari adu persepsi ini demi kebaikan bersama. pasangan ini mesti memahami bahwa mereka berantem atau ada yang ngajak berantem karena ada sesuatu hal yang tidak beres dalam rumah tangga mereka, so, kalau solusi lemah lembut ga sukses… kenapa juga ga memajukan persepsi yang dianggap bener dengan cara agak lebih keras.

Eh, awas.. jangan salah tangkap makna tulisan diatas, bukan berarti gw menyetujui berantem itu solusi tepat. karena bagaimanapun cara diskusi yang adem ayem penuh kasih jauh lebih sukses membawa perbaikan dan cita-cita keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah. bukankah itu cita-cita kita saat mengatakan  cinta pada pasangannye.

Yah, tulisan gw sih belum ada solusi apapun tentang menghindari bertengkar.. karena prinsipnye memang itu hal yang biasa, walaupun tentunye jangan jadi rutinitas :D. So, kalau ada orang yang sering kali menghiasi kehidupan berumah tangganya dengan berantem, cobalah dengan cara yang lebih santai, adem, penuh sayang dan lembut. Kali aja, berantemnya jauh lebih memberikan nilai positif …

hehe, mana ada berantem bernilai positif, ah elo er.. ada-ada aja 🙂

Menikah Yuk!

Kalau mendengar kata “Menikah” saat – saat ini kenapa gw selalu geli dan teringat ama adik ipar gw yah.. namanye keprancis-prancisan gitu deh, Janvier. Kalau umur sih sebenernye dah waktunya, dan adik gw itu lagi sibuk bedah buku tentang hal pernikahan. katanye sihhhh, kalau dia dengar eh ada calon yang oke nih.. atau mau kenalan ga ma seseorang, si Janvier ini deg-deg-an duluan.. hahaha, padahal hal itu masih tahap yah melihat saja si calon yang akan dipersandingkan. Itu adik gw.

Beda lagi ama Parman, sobat gw di Limas. saat ini dia dihadapkan dengan kondisi kenal dengan seorang wanita tapi ga mau diajakin pacaran, “kalau punya niat baik, saya tunggu !”, gitu kata sang wanita. Artinya, si sang wanita ingin mendahulukan pernikahan baru pacaran.

Menikah untuk semua orang adalah satu kebutuhan yang penting, tidak ada seorangpun yang tidak ingin menjalaninya kecuali orang itu tidak waras. Menikah itu Sunnatullah. Banyak orang yang meninginkannya tapi belum jua mendapati jodoh tersebut meskipun umur sudah menua. Memang tidak ada yang patut disalahkan, karena bagaimanapun jodoh itu hadir atas keridhoan ALLAH terhadapnya.

Jika diperhatikan sekarang, gw lebih sering menemukan mereka yang menikah dengan usia muda. Mereka yang baru lulus kuliah, atau baru kerja udah berani untuk menghadapi hidup berdua. Tentunya satu sisi hal ini patut diancungi jempol karena tentunya saat mereka yang telah menetapkan pilihan untuk menikah telah mengetahui segala resikonya. Mestipun di masyarakat umum masih belum banyak yang memahami dan mencibir mereka yang menikah muda.

Tapi inilah tuntutan jaman, karena tidak melulu mereka yang menikah muda itu kekanak-kanakan dalam kehidupan berumahtangganya, namun tidak melulu pula mereka yang menikah dengan umur berlebih pun bijak dalam berumah tangga. jadi sekali lagi menikah umur muda bukan satu penyebab hancurnya rumah tangga yang mereka susun, karena selama mereka memahami fungsi berumah tangga, maka Insya ALLAH mereka yang menikah muda akan amanah memegang amanat pernikahan itu.

So, sahabat.. jika sudah waktunya engkau masuk dunia atau jenjang pernikahan, kenapa harus berpikir terlalu panjang. bersegeralah mencari jodoh untuk mengarungi bahtera rumah tangga yang notebenenya adalah ibadah. Sukses !!!

Era E-Magz di Indonesia

Kini gw gawe di mobile magazine, dahulunya gw menghadirkan klikmagazine.com. Konsep dasarnya sama free magazine, yang Mobile konsen dicetak, KLIK! konsen di versi non cetak. Kedua-duanya menghadirkan konsep electronic-magazine alias e-magazine.

Wow, secara tidak langsung gw masuk gawe di tempat saingan donk. Hm.. ga juga. Tidak sedikitpun gw terpikirkan demikian. Justru kesamaan pola ini yang membuat gw ingin turut serta memajukan e-magazine Mobile. Yup !! karena waktunya E-Magz di Indonesia maju sebagai salah satu kekuatan media online.

Tentunya tidak hanya KLIK! dan Mobile yang memasang layanan e-magz, Wartajazz pun turut andil pada versi digital ini. Baru-baru ini pun e-magz untuk pembahasan Kamera digital pun hadir di Indonesia, Yaitu Light Magz. Dan ada beberapa media lainnya yang juga melemparkan pola e-magz dalam informasinya. Bahkan saat masih ngurusin KLIK! ada kenalan baru yang muncul di YM dan mendiskusikan e-magz ini, peluangnya hingga trennya. Hm.. kayak narasumber yang beneran aja gw, tapi dari diskusi tersebut ada hal yang menarik, Moso dia minta ijin ke gw akan membuat media digital sejenis. Lah… buat apa gitu minta ijin ke gw. Yo wis.. sukses aja e-magz yang akan dikau kembangkan. Ga pas banget gitu lhooo.

Menurutmu gimana ? kalau menurut gw kehadiran e-magz di Indonesia memang sudah sewajarnya mulai berkembang. Kenapa ? ini bisa dilihat dari titik kejenuhan yang terjadi pada media cetak manapun. Media yang menawarkan headline news via ponsel akan menjadi prioritas awal untuk mengetahui info terbaru, setelah itu berita selanjutnya akan diperoleh melalui media online ataupun e-magazine. Sehingga media cetak (terutama harian) akan lebih sebagai media pengulangan dari berita – berita yang mereka dapatkan sebelumnya.

Nah lho, kalau begitu memang sepatutnya e-magz mempersiapkan diri lebih jauh. Ini dikarenakan media online apapun juga masih menjadi media picisan yang tidak dianggap oleh industri. Parah kan… berarti mereka pelaku industri tidak care dengan perkembangan TI secara umum. Betapa mereka masih berpikiran konvensional tanpa ada keberanian mendobraknya untuk menyongsong era digital ini, baik media online ataupun e-magz.

Susah memang bila kita berpikiran sempit, padahal sudah banyak pihak yang menyebutkan bahwa media online adalah media optimal dalam penyebaran informasi mereka. Mungkin ada baiknya, para pelaku industri mulai membuka mata untuk mencari tahu keunggulan media online plus juga e-magz ini dibandingkan media konvensional lainnya.

Hmm.. silahkan mencari tahu, Pak !

Behind Scene KLIK!magazine.com

Behind Scene KLIK! Magazine

Beberapa waktu lalu, tepatnya April 2006.. gw, Iwan dan Iqbal bertemu untuk membicarakan satu konsep besar. Memang sih, bukan besar-besar amat tapi harapan konsep ini bisa jadi media alternatif bagi masyarakat Indonesia sangat – sangat besar. Lepas dari 3 orang ganteng tersebut, kita sepakat menunjuk Sari (yang sangat bermimpi menjadi Dian Sastro) untuk ikut andil dalam lahirnya konsep e-magazine ini.

Bolak – balik membicarakan segala hal, rumah Iwan dan Sarie sering menjadi tempat kongkow untuk melahirkan ide tersebut. Diselang – seling dengan pekerjaan akhirnya media e-magazine yang membahas telekomunikasi pertama di Indonesia bisa kita hadirkan. Yup, tentunya dengan beberapa calon nama yang akhirnya kita pilih adalah “KLIK!”. Satu simbolis kata yang sangat cocok dan begitu lekat diingatan dan hati .. hehe.

Sayangnya, dalam perjalanan akan benar-benar publish.. justru Kang Iwan dan Mr. Iqbal justru mengundurkan diri dengan beberapa alasan. Yah, tidak banyak ucapan yang bisa menahan mereka selain kekecewaan yang amat sangat, dan perasaan terkhianati yang amat dalam. But, it’s oke.. yang penting itu tidak membuat silaturahim yang terjalin tidak hancur.

Yup, KLIK! akhirnya meluncurkan edisi trialnya di Agustus 2006 dengan penuh rasa kekuatiran yang teramat dalam. Di luar dugaan, sekitar 700an pendownload menjadi saksi keberadaan media ini. Surpriseeee… itulah yang terasa di hati. tidak lebih !! yang pasti membuat semangat ini semakin menjadi – jadi.

Banyak tambal sulam untuk membuat KLIK! itu perfect, tapi tetap saja banyak komentar yang menyebutkan desainnya kurang oke.. duh, jadi malu. Mohon maklum deh, karena yang mendesain itu semua bukan seorang desain grafis handal, ataupun memang punya konsentrasi disitu sebelumnya, tapi cuman gw doang. Wah.. tapi apresiasi tersebut membuat gw semakin membara dan semangat untuk belajar semuanye. meskipun hasilnya tetap aja hancur .. hehe

Kalau dari sisi pembaca, gw sangat – sangat puas.. yah meskipun taraf puas tidak ada batasnya. tentu inginnya sih lebih dari itu. Tapi karya ini sedemikian dijadikan referensi di beberapa web membuat gw (khususnya) senang kepalang dahsyat :D. Jujur, inilah representatif gw terbesar dalam mengamalkan dan sharing ilmu, meskipun gw juga sering ngajar.

Tapi kalau dari sisi industri, kenapa gw harus sangat-sangat kecewa dengan mereka… Mengapa mereka sama sekali tidak mencoba untuk memberikan kesempatan pada konsep ini. HAHAHA.. yah terserah mereka donk, wong mereka yang punya duit :D. Syukurlah investor gw ini Subhanallah, baik banget, dia cukup mengerti dengan situasi ini. Tidak hanya disitu, Beliau dapat memposisikan sebagai sahabat yang mampu memberikan solusi – solusi ataupun pandangan – pandangan yang memperluas wawasan. Tidak hanya masalah KLIK!, tapi juga masalah – masalah lain.

Hadir di kantor kawasan Musyawarah Ragunan dengan ukuran sekitar 2 x 5 meter (kayaknya), KLIK! cukup konsisten memberikan informasi kepada pembaca, menerima imel dan menjawabnya, menjawab telepon dan menjawab seala kadarnya (:D), bahkan menerima YM pembaca dan menjalin silaturahim dengannya. Ach.. indah sekali hubungan dan emosional kami dengan pembaca. Dari gw sendiri, itu jauh lebih menyenangkan dibandingkan media yang membuat jarak dengan pembacanya.

Guy.. gw cinta banget dengan media yang gw kerjain ini. Tidak ada satu niatpun mematikannya, apalagi menghilangkannya. Biarpun saat ini KLIK! dalam situasi terpuruk, biarlah itu terjadi. Gw akan terus mengusahakannya KLIK! eksis di Indonesia ini.

Hihi.. gw sangat terbuka untuk sumbangsih teman-teman yang ingin mengirimkan info, artikel tuk bisa gw publish di KLIK!