Foto gw dulu.. culun :))

me

gw dulu.. :))

Sobat SMA gw ngasih 2 foto pas sma.. acara ultah or apa gitu lah, di sekitar PJMI. Ngeliat foto ntu.. gw langsung ketawa abiz.. coz lucu bgt …

Ada foto2 lainnya ndak 😀

Ngumpul2

klik gambar tuk ngeliat gede !

Advertisements

Himmata, Sekolah Mandiri Untuk Anak Jalanan di Plumpang

skolahnya2skolahnya1doeloeblajar

spandukmauuumainstill senyumlab kompi

pendiripendiri n hpYohannesresmikan

Plumpang, identik dengan wilayah kumuh serta tak terurus. Tidak hanya itu saja anak-anak tidak sekolah pun kerap dijumpai dengan jumlah besar. Namun suasana bagaikan berubah dengan hadirnya sekolah mandiri, Himmata yang hadir dengan memberikan pendidikan gratis untuk warga disana. Memang arealnya tidaklah besar dan luas, tapi hadirnya Himmata memberikan ‘arti’ tersendiri manisnya menuntut ilmu… sehingga mereka pun tetap tersenyum. Continue reading

Saya pun bersedia jadi Capres RI

Sepak terjang politikus di negeri ini luar biasa, masih juga pemilu 2 tahun lagi.. eh, dari sekarang udah mulai promosi diri menjadi capres, kalo bu Mega malu-malu trus mau.. kalo bang Yos super pede mengajukan diri jadi capres. Kalau begitu saya pun siap jadi capres RI.

Ah guyon.. namun setidaknya saya punya banyak hal pertimbangan agar Indonesia ini ‘lepas landas’ menjadi bangsa dengan derajat tinggi. dan punya program jangka pendek dan jangka panjang selama kepemimpinan ini. Semuanya tidak harus muluk-muluk dan serba wah.. karena yang pasti, orientasi ke depan adalah Indonesia harus menjadi negeri yang memiliki mutu “berisi dan merunduk”, yah seperti konsep padi yang berisi. Semakin banyak memiliki intektual diri namun rendah hati. Yah.. gitulah kurang lebih, menjadi bangsa yang memiliki hati nurani, rendah hati, berani dan yang pasti tetap menghargai dan cinta tanah air ini. Continue reading

“Penggoda” Selalu Ada…

Ah, namanya juga hidup.. selalu saja ada dinamika kehidupan. Rotasi hubungan manusia pun terkadang sering kali berputar dan tidak henti-hentinya terulang, jadi sebenarnya ada waktu untuk mempelajari “roda” itu.

Gw suka ribet sendiri kalo “penggoda” itu kembali muncul, terlebih lagi apa yang ditawarkannya sedemikian rupa membuat kepala kita selalu memikirkannya. Tentu tidak enak, selain mengganggu konsentrasi akhirnya memberikan kelimbungan psikis untuk membandingkan a, b, c atau yg sedang kita kerjakan sekarang.

Continue reading

Indonesia (dan diri kita belum) Merdeka, Bung !!

17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2007

62 tahun lalu, terdengar pekik kemerdekaan seantero negeri ini.. walaupun tidak merata wilayah Indonesia mengetahui di waktu bersamaan, namun darah semangat memancar dari setiap warga negara ini di jaman itu. Kemerdekaan Indonesia dari Jepang yang menyerah tanpa syarat terhadap sekutu itu lebih banyak didengar dari radio yang disiarkan oleh “gerakan bawah tanah”, wajar tentunya.. karena Jepang pun tetap menginginkan tanah jajahannya di negeri ini mestipun mereka kalah perang akibat negerinya di bom atomkan oleh pasukan udara AS saat itu.

Kalau menurut cerita orang tua yang hidup di jaman itu, di Bandung saja pekik kemerdekaan baru berkumandang telat bbrp hari. di Sumatera  (menurut sebuah buku), Pekik merdeka berkumandang hampir lebih seminggu setelah tanggal “keramat” tersebut. Yah.. memang tidak semuanya mendengarkan teks proklamasi yang dibacakan oleh Bung Karno & Bung Hatta, wajar saja.. karena waktu itu waktu siaga bertempur tiap detik, sedangkan pemilik radio apalagi televisi jelas bukan orang – orang sembarang, jadi masyarakat luas sulit sekali mendapatkan informasi resmi tentang kemerdekaan itu.

Yaah, menyimak itu saja kadang perasaan gw turut berbaur .. apalagi saat diceritakan oleh pelaku sejarah itu sendiri.. bagaimana mereka berjuang mengangkat senjata, bagaimana mereka harus melihat sahabat – sahabat mereka terkapar penuh luka dan gugur. Merinding saat mendengar pekik takbir guna menggugah semangat yang mulai kendor akibat pertempuran panjang. Tertunduk kuatir jika membayangkan desingan peluru dan bom di sekitar. Ach.. gw merasakan getaran kuat bila mendengarkan orang tua itu bercerita.

Cerita itu sudah hampir 10 thn berlalu.. kini orang tua itu telah gugur pula, jasadnya pun dimakamkan di taman makam pahlawan atau kampung itu menyebutkan sebagai makam belanda, karena memang banyak kompeni dikuburkan, tapi setelah perjuangan kemerdekaan, masyarakat menamakannya makam pahlawan. Yah, meskipun orang tua itu tiada di era sekarang, beliau wajib dihormati sebagai pahlawan.

10 tahun lalu cerita itu gw dengar, semangat kebangsaan itu senantiasa mewarnai langkah gw.. sebisa mungkin gw mengisi hidup gw ini pun dengan hal berguna bagi bangsa ini.. cobalah tengok makam-makam pahlawan negeri ini, mereka saja mau memberikan jiwanya untuk negeri ini, kenapa gw  hanya memberikan ilmu saja tidak mau… !! sentimentil kebangsaan pun kerap menyelimuti, ada yang menyinggung negeri ini kadang hati ini panaaas sekali, meskipun tidak banyak berbuat saat itu, tapi selain agama, orang tua dan sahabat.. bangsa ini kerap gw sayangi setulus hati gw. Bahkan saat pramuka saja, gw bisa menangis mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang. Wow.. nasionalis sekali gw

Tapi, 2007 ini.. gw sering termenung. Apakah benar bangsa ini benar – benar merdeka… dulu, selain penjajahan fisik.. negeri ini tidak memiliki ketergantungan apapun ke siapapun. Sangat mandiri, masyarakatnya pun sungguh ulet dan kuat. tapi, cobalah tengok ke kiri dan ke kanan.. apakah benar negeri ini telah benar-benar merdeka. Tidak perlu tengok kanan-kiri deh, lihat dulu tubuh sendiri.. apakah benar2 telah merdeka … wow, jawaban sulit.. Baju saja, kita sering kali ga pede dengan made in yang ga jelas.. inginnya pakai brand keren, meskipun mahal. Celana ? sepatu ? jam ? cincin ? kalung ? kacamata ? dompet? makanan ? minuman ? cemilan ? apakah benar kita sudah “memerdekakan diri” ?????

kalau scope negeri, gw rasa siapapun sepakat bahwa kita belum sepenuhnya merdeka, tengok saja.. seberapa tinggi hutang negeri ini, betapa ketergantungannya kita pada teknologi, betapa takluknya ekonomi negeri ini, dan betapa terkontrolnya pemegang amanah di negeri ini dengan kebijakan bangsa asing. Wah.. gw agak miris untuk memberikan lebih lanjut.

Teman, gw yakin tak sepenuhnya sebuah opini itu akurat.. tapi yakinkanlah bahwa cinta kita pada negeri ini akurat, tidak mencla-mencle mengorbankan negeri ini untuk kepentingan pribadi dan golongan.

Yuk, nyanyiin lagu Indonesia Raya .. :D, mau versi mana.. terseraaaahh 😛

Sukses Indonesiaku, ku tunggu kemerdekaan hakikimu…

sahabat, maafkan saya belum menemukanmu !

Teman, sahabat, sobat atau apapun namanya adalah sosok yang penting dalam kehidupan gw. Dari doeloe, tiap hari dan tiap waktu gw mesti mendapatkan teman baru, kapanpun dan dimanapun.

2 hari lalu, gw menemukan email teman lama yang ada di Malaysia.. searching di friendster.. ketemuuu.. tapi entahlah, apakah dia masih mengenal gw, karena waktu loss communication cukup panjang.. ada 10 tahun. Iya kalau sobat-sobat gw ini terkoneksi dengan internet, bagaimana yang tidak ???

Karena, sebelum era internet mewabah.. gw cukup aktif berkoresponden dengan banyak sobat di nusantara ini.. ada yg di Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Jawa. di Jawa aja sudah kehilangan “jejak” apalagi yang diluar pulau .. Duch, seandainya mereka tlah menggunakan pula “jasa” internet ini.. rasanya ingin sekali menemukannya.

Hmm.. mungkin waktu yang kelak menjawabnya.
Maaf sahabat, saya belum menemukanmu… !